Kamis, 28 Maret 2013

7 Perkembangan Dasar Anak Usia 0-1 tahun

Memiliki anak  merupakan salah satu anugerah terbesar dalam kehidupan sepasang suami istri. Memiliki juga berarti bertanggung jawab dalam hal pengasuhan sang anak. Salah satu point penting dalam hal pengasuhan adalah dengan memperhatikan pertumbuhan serta perkembangan anak. Anak usia 0-1 tahun biasa disebut dengan istilah Bayi. Bayi rentang usia tersebut sudah memiliki kemampuan-kemampuan tertentu dari sisi perkembangannya. Perkembangan bayi dapat dilihat dari 7 aspek penting yaitu 1). Motorik Kasar ; 2). Motorik Halus ; 3).Komunikasi Pasif ; 4). Komunikasi Aktif ; 5).Kecerdasan; 6).Menolong Diri Sendiri dan 7).Bergaul

Kemampuan bayi 0-1 tahun dari aspek Motorik Kasar dapat dilihat dari kemampuannya menegakkan kepala dan  memiringkan badan di usia >2 bulan. Dilanjutkan dengan kemampuan duduk tanpa dibantu, kemudian bangkit dan berdiri tanpa dibantu serta berjalan dengan dibantu/ dibimbing oleh orang lain.

Perkembangan Motorik Halus dapat dilihat dari perilaku bayi menggenggam benda dan memasukkan benda tersebut kedalam mulut. Bayi juga kerap memindahkan barang yang dipegangnya dari satu tangan ke tangan yang lain. Kemudian menjatuhkan serta memungut kembali benda atau mainan yang dipegangnya.

Perkembangan Komunikasi Pasif pada bayi 0-1 tahun dapat dilihat dari perilaku bayi yang mencari atau menengok sumber bunyi. Bayi juga kerap celingak-celinguk kanan kiri depan belakang untuk mencari tahu siapakah yang memanggil namanya. Bayi dapat bereaksi berbeda terhadap macam-macam jenis suara yang didengarnya misal tertawa dan senang saat mendengar suara musik kemudian menangis saat mendengar suara pintu yang dibanting dengan keras. Bayi usia 0-1 tahun juga telah mengerti makna kalimat perintah dan larangan yang sederhana seperti “jangan pegang, itu kotor” atau ‘’mari sini dek..duduk dekat mama”.

Komunikasi aktif pada bayi usia 0-1 tahun dapat dilihat dari kebiasaan bayi mengoceh baik jika sedang sendirian atau jika diajak berbicara oleh orang lain. Bayi berkomunikasi secara aktif dengan cara menyampaikan keinginannya meskipun dengan kalimat yang belum sempurna seperti “cucu” untuk menyebut ”susu”. Komunikasi aktif juga dapat dilihat dari perilaku bayi menyanyi atau menirukan suara tertentu dengan gaya unik dan lucunya.

Kecerdasan juga merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam perkembangan bayi usia 0-1 tahun. Bayi yang menangis ketika melihat orang asing (tidak dikenalnya) adalah bayi yang cerdas. Bayi yang cerdas juga mampu memberikan reaksi pada perintah yang sederhana seperti membuka mulut ketika diminta untuk membuka mulut, menggoyang-goyangkan tubuhnya ketika diminta untuk menari dll.

Kemampuan Menolong Diri Sendiri juga sudah dimiliki bayi usia 0-1 tahun. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan bayi menyuapkan makanan kemulut nya sendiri,meskipun nantinya makanan itu tumpah atau dimuntahkan kembali. Bayi juga telah mampu memegang gelas dengan dua tangan tanpa dibantu, umumnya setelah usia bayi > 6 bulan.

Kemampuan Bergaul / Psikososial pada bayi usia 0-1 tahun dapat dilihat dari minat bayi untuk berteman dan merasa senang saat ada bayi lain yang didudukkan bersanding dengannya. Bayi akan memegang, menarik pakaian teman nya dan berbicara kepada temannya dengan bahasanya yang belum sempurna. Senyuman yang diberikan bayi secara spontan kepada orang lain juga adalah bentuk kemampuan Psikososial. Bayi ikut tertawa saat suasana yang dirasakan adalah suasana bahagia dan bayi ikut menangis saat melihat orang tua nya menangis. Hal-hal tersebut menunjukkan kemampuan Bergaul dan Psikososial bayi yang sedang berkembang.

Pertumbuhan dan Perkembangan anak dapat dipantau melalui penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) dan atau Kartu Kembang Anak (KKA) yang lebih rinci menyediakan indikator-indikator penting dalam hal 7 (tujuh) aspek perkembangan anak. Penggunaan KMS dan KKA bertujuan untuk mengetahui kemajuan, kelambatan, kelainan dan penyimpangan tumbuh kembang serta untuk membantu orang tua dalam melakukan tindakan dan bimbingan untuk mencapai tumbuh kembang anak yang optimal. KMS dan KKA dapat diperoleh di Puskesmas, Posyandu, Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Taman Penitipan Anak, PAUD dan TK.

Dengan mengetahui aspek-aspek perkembangan anak, orang tua dapat merancang dan memberikan rangsangan agar 7 aspek tersebut bekerja secara optimal dan seimbang.


Penulis adalah Widyaiswara Pertama BKKBN Prov Aceh

Yuniarini, S.Psi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar